IOM Indonesia memainkan peran kunci dalam penanganan bantuan kemanusiaan bencana gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat pada 30 September dan 1 Oktober 2009.
Kedua gempa tersebut menewaskan 1.100 jiwa dan merusak 200.000 rumah di Padang dan sekitarnya. Prasarana umum, seperti rumah sakit, sekolah dan bangunan umum, dan juga perekonomian setempat mengalami kerusakan parah.
Kegiatan tanggap darurat IOM di Sumatera telah dilakukan sejak terjadinya tsunami pada Desember 2004 di Aceh dan gempa 2005 di Nias. Pada Maret 2007 IOM membuka satu kantor lagi di Padang, sesaat setelah terjadinya gempa bumi Solok.
Bantuan-bantuan IOM tersebut merupakan kontribusi dari European Commission’s Humanitarian Aid Department (ECHO), beserta pendanaan dari Central Emergency Response Fund (CERF) PBB dan negara Brazil yang mencapai EUR 924.000. |