|
International Organization for Migration (IOM) secara kerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), kemarin (7/9) di Bali memfasilitasi sebuah diskusi meja bundar mengenai perpolisian masyarakat tingkat nasional
Para wakil dari Lemdiklat Polri dan SESPIM Polri bergabung dengan 50 peserta dari kepolisian tingkat Mabes, dan berbagai Polda, dan Polres, dimana proyek pelatihan polisi IOM sedang dilaksanakan untuk mendiskusikan masalah-masalah praktis mengenai pelaksanaan model perpolisian masyarakat.
“Perpolisian Masyarakat akan mengubah paradigma pemolisian di Indonesia dan menciptakan sebuah masyarakat yang lebih demokratis,” jelas Deputi SDM Kapolri Insp. Jenderal Basyir Ahmad Barnawi. “Dukungan IOM akan meningkatkan hasil dari program tersebut dan menjunjung keadilan di masyarakat.”
Tahun lalu Polri memulai serangkaian strategi dan kebijakan yang menandakan tahun 2006 sebagai tahun dimana para anggota Polri di seluruh negeri akan diperkenalkan dengan model-model perpolisian masyarakat.
Diluncurkan di akhir tahun 2003, Proyek pelatihan polisi IOM menempatkan penghormatan terhadap HAM dan perpolisian masyarakat di jantung kegiatan Polri.
Hingga kini, proyek yang didanai Kedutaan Besar Belanda ini telah memberikan pelatihan di bidang HAM dan perpolisian masyarakat kepada sekitar 5.000 anggota polisi Indonesia di Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Riau dan Jakarta.
“Penyertaan perpolisian masyarakat dan prinsip-prinsip dasar HAM di dalam visi dan misi Polri adalah sesuai karena filosofis tersebut telah diakui oleh organisasi kepolisian di seluruh dunia sebagai senjata yang paling ampuh dalam mengubah budaya perpolisian,” kata kepala Misi IOM Indonesia Steve Cook.
Diskusi ini dirancang untuk memperluas pemahaman Polri mengenai konsep-konsep perpolisian masyarakat dalam mempersiapkan pengimplementasiannya di Indonesia.
Hasil dari diskusi ini akan disusun dan dimasukkan ke dalam laporan IOM-Polri yang berjudul Praktek-praktek Terbaik Perpolisian Masyarakat 2005-2006. |