|
Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) untuk Aceh/Nias dan IOM telah menandatangani sebuah nota kesepahaman penting yang memungkinkan pendanaan langsung terhadap proyek IOM di bidang infrastruktur perumahan dan masyarakat di Aceh.
Nota Kesepahaman tersebut menandai sebuah babak baru dalam upaya IOM untuk membangun kembali masyarakat yang terkena musibah tsunami di bulan Desember 2004, jelas Executive Officer IOM Paul Norton.
“Kesepakatan ini memformalisasikan hubungan kerjasama yang kuat yang telah berkembang antara IOM dan BRR dalam kurun waktu tahun terakhir, dan mencerminkan komitmen kelembagaan kami secara global untuk bekerja dengan dan melalui lembaga pemerintah pusat maupun lokal,” katan Norton. “Hal tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap usaha kami di Aceh dan Nias hingga kini dan rencana-rencana kami untuk masa depan.”
Nota kesepahaman ini menetapkan kerangka dasar melalui mana donor bilateral BRR maupun IOM dapat mendanai kegiatan konstruksi dan infrastruktur IOM, dan akan membantu pengidentifikasian masyarakat yang layak menerima bantuan dan lokasi yang layak untuk pembangunan rumah permanen. Hal ini menciptakan sebuah kerjasama bisnis yang efektif yang menegaskan peran, tanggung jawab dan praktek bisnis masing-masing pihak.
Infrastruktur masyarakat meliputi jalanan, saluran air hujan, sumur dalam, perencanaan tata desa dan pembangunan bangunan-bangunan masyarakat.
Berdasarkan ketentuan nota kesepahaman ini, BRR juga mengambil peran utama dalam mendapatkan tanah yang pantas, baik untuk digunakan dalam kerjasama IOM-BRR di masa mendatang maupun dalam proyek-proyek perumahan yang telah menerima pendanaan bilateral dari sumber-sumber lainnya.
IOM tetap bertanggung jawab atas kegiatan penjalinan hubungan dengan masyarakat dan akan bekerja sama dengan BRR untuk mengembangkan mekanisme pemecahan masalah dan sanksi yang diberlakukan dimana korupsi atau penipuan terjadi.
IOM meluncurkan sebuah program perumahan sementara pasca-tsunami di bulan Pebruari 2005 yang telah berujung pada pembangunan rumah, sekolah dan klinik kesehatan yang kuat dan tahan gempa sepanjang sabuk tsunami.
IOM saat ini membangun rumah di 31 lokasi di Aceh dan diperkirakan akan menyelesaikan empat sekolah pertama di Nias sebelum dimulainya semester baru pada tanggal 17 Juli.
Di beberapa bulan terakhir ini, IOM telah mengubah orientasi layanan konstruksinya sebagai jawaban atas permintaan yang meningkat akan perumahan permanen. Rancangan semen modular yang dipakai selama ini telah di diperluas untuk meliputi sebuah dapur seluas 44 m2, kerangka kayu telah diganting dengan besi dan lantai bata diganti dengan fondasi semen dengan lantai keramik.
IOM juga tengah mengevaluasi beberapa model perumahan baru, termasuk sebuah kerangka besi yang telah didirikan di lingkungan kantor-kantor IOM di Banda Aceh. |