|
Enambelas bulan setelah pertama kali menyelenggarakan jalur darat pasca-tsunami ke Aceh, konvoi terakhir milik International Organization for Migration akan berangkat dari Medan, Sumatera Utara, pada hari Kamis 20 April dengan tujuan Banda Aceh.
Konvoi IOM pertama yang mengangkut beberapa ton bahan bakar solar, makanan dan air, obat-obatan dan tenda meninggalkan Jakarta tiga hari setelah tsunami untuk menanggulangi krisis kemanusiaan yang timbul di Aceh. Keduapuluh truk terakhir yang berangkat dari Medan mengangkut kerangka jendela dan pintu, peralatan kantor, 225 ton batu bata, dan lima sepeda motor yang akan digunakan oleh staf yang terlibat dalam program-program IOM untuk pengembangan perdamaian, sebuah cerminan kemajuan yang dicapai sejak musibah yang terjadi, kata Kepala Misi IOM Steve Cook.
“Hal tersebut menandakan seberapa jauh upaya pemulihan telah berjalan,” katanya. “Kami bangga telah dapat memberikan layanan logistik darat secara cuma-cuma tersebut, dengan bantuan berbagai donor kami. Benar-benar merupakan sebuah cerita keberhasilan.”
Pada saat angkutan terakhir tiba nantinya pada hari Jumat siang, sejumlah 7.985 truk akan telah melakukan perjalanan sejauh enam kali mengelilingi dunia dengan mengangkut 81.214 bahan persediaan ke Aceh dan kepulauan Nias dan Simeulue. Layanan bebas biaya tersebut telah dimanfaatkan oleh 100 badan dan departemen pemerintahan, organisasi kemanusiaan nasional dan internasional, serta badan-badan PBB.
IOM mengumumkan di akhir bulan Maret bahwa akan menghentikan operasi transport dan logistiknya pada tanggal 30 April setelah dilakukannya penilaian tentang kebutuhan dan pelayanan.
Salah satu dari sedikit lembaga yang hadir di Aceh setelah terjadinya Tsunami pada tanggal 26 Desember, IOM memiliki kemampuan unik untuk menjadi pelopor penyelenggaraan logistik jalur darat. Dengan berbekal pengalamannya selama puluhan tahun menangani keadaan darurat global, IOM dengan cepat menyewa armada yang terdiri dari 300 unit truk, dan menciptakan sebuah pusat dukungan logistik di Medan untuk memfasilitasi pergerakan barang. Pada bulan Maret 2005, IOM menyediakan layanan yang sama untuk upaya bantuan kemanusiaan ke pulau Nias dan Simeulue, setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan 8,7 skala Richter. Tiga bulan kemudian, IOM menyewa sebuah kapal berkapasitas 400 ton yang cukup besar untuk mengangkut dua lusin truk, sehingga mengurangi kepadatan di pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara. Lembaga World Food Program meneruskan hak sewa tersebut pada awal bulan Maret.
Catatan terakhir dari layanan logistik darat Nias menunjukkan bahwa layanan tersebut telah berton-ton komponen semen cetakan untuk digunakan dalam pembangunan 75 sekolah sementara di pulau tersebut, yang merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan IOM kepada penduduk di daerah tersebut.
Disamping menyediakan layanan transportasi barang, bulan April yang lalu IOM berhasil mengurus perjalanan sekitar 1.500 kontainer yang tidak diketahui pemiliknya yang berisi bantuan kemanusiaan dari pelabuhan Belawan di Medan.
DATA TERAKHIR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK IOM
81,214 metrik ton bahan bantuan yang telah diangkut IOM melalui truk ke Banda Aceh, Nias dan Simeulue sejak 26 Des.
7.980 angkutan truk berisi bantuan
432 jumlah konvoi
68,1 panjang dalam kilometer dari truk-truk tersebut jika diparkir dari
depan ke belakang
39 jumlah truk dalam konvoi terbesar hingga saat ini
9 jumlah bulan dimana IOM mengoperasikan kapal bermuatan 400 ton dari Sibolga dan Nias |